Ayub32-33; Kisah Para Rasul 14 _____ _____ Apakah ciri-ciri diatas mendeskripsikan siapa Anda hari ini? menuju gudang, mengambil paku dan palu, trus berlari ke belakang rumah trus memakukannya, lalu kembali lagi ke tempat aktivitasnya. Hal itu dilakukan terus menerus. Dan lambat laun, pria ini berhasil menahan amarahnya. Sehingga ada waktu
PakIvan juga akrab dengan palu dan paku. Hambatan penglihatan yang dialaminya tak lantas membuat nyali laki-laki pernah berprofesi sebagai bodyguard artis ini ciut dengan pekerjaan paku-memaku. "Awal-awal nyoba maku sendiri, sih, sering kepukul sampai biru-biru kata yang lihat, mah. Tapi, saya gak nyerah, nyoba lagi, nyoba lagi.
Fonisulaemanatau akrab dipanggil Foni ini merupakan mahasiswa Poltekkes Kemenkes Palu. Ia bersama 12 temannya menjalankan KKN selama 20 hari. Meski waktunya singkat, Foni menyebut, warga di Desa Paku itu dinilai baik hati. "Alhamdulillah, baik sekali, bahkan bahagia."
cash. Di sebuah daerah yang berada di pinggiran kota, hiduplah seorang anak laki-laki yang mempunyai siÂÂfat yang sangat pemarah. Anak itu memÂÂpunyai kebiasaan yang sangat buruk, seÂÂtiap hari dia selalu marah-marah dengan alasan yang tidak jelas. Ayah anak itu muÂÂlai berfikir bagaimana agar anaknya bisa meninggalkan sifat buruknya itu. AkhÂÂirnya sang ayah medapatkan sebuah ide. Sang ayah memberi anak itu sekantung paku dan sebuah palu, kemudian sang anak disuruh untuk memakukan sebuah paku di pagar belakang setiap kali dia seÂÂdang marah. Pada hari pertama, anak itu telah menancapkan 50 buah paku ke pagar, dengan demikian pada hari itu sang anak telah marah sebanyak 50 kali. Pada hari berikutnya sang anak memakukan lebih sedikit paku dari hari sabelumnya. SeÂÂcara bertahap jumlah paku yang ditanÂÂcapkan sang anak semakin hari semakin berkurang. Menurut sang anak menahan amarah itu lebih mudah daripada meÂÂmakukan paku ke pagar. Akhirnya sampai pada suatu hari dimana sang anak betul-betul bisa menÂÂgendalikan amarahnya dan tidak cepat hilang kesabaran. Akhirnya dia memberiÂÂtahukan hal itu kepada sang ayah. Sang ayah hanya tersenyum simpul, kemuÂÂdian sang ayah menyuruh anak itu untuk mencabut sebuah paku setiap hari di saat dia sedang tidak marah. Hari demi hari berlalu dan anak laki-laÂÂki itu akhirnya memberitahu ayahnya bahÂÂwa semua paku yang menancap di dinding pagar belakang rumahnya telah berhasil dicabut. Kemudian sang ayah menuntun anaknya menuju ke pagar itu, “anakku, , , kamu telah berhasil menyelesaikan tugas-tugas yang ayah berikan, tapi lihatÂÂlah lubang-lubang di pagar ini. Pagar ini tidak akan pernah sama seperti sebelumÂÂnya. Saat kamu mengatakan/melakukan sesuatu dalam kemarahan, kata-kata dan perbuatanmu akan meninggalkan bekas seperti lubang ini…di hati orang lainâ€Â. Kita bisa menusukan “pisau†ke tubuh seseorang, kita juga bisa menÂÂcabutnya kembali. Tapi apa yang terjadi, “pisau†itu akan tetap melukai orang itu. Dan parahnya meskipun kita telah meÂÂminta maaf sekalipun luka itu akan tetap ada. Percayalah saat Anda sedang berada dalam kemarahan, hal terbaik yang sebaiÂÂknya Anda lakukan hanyalah Diam. *
Jakarta - Dua minggu berlalu sejak gempa dan tsunami meluluhlantakkan beberapa wilayah di Sulawesi Tengah. Kepedihan mereka yang menyaksikan kehancuran dan kehilangan orang yang dicintai, menyisakan kisah-kisah kayu malang melintang, tumpukan puing beton, sepeda motor yang ringsek dan rongsokan barang-barang rumah tangga, mulai dari pot yang remuk hingga dan panci penyot dan mainan yang rusak tampak gempa bumi berkekuatan 7,5 menghantam pesisir Palu, setumpuk puing beton berwarna merah jambu yang luluh lantak adalah yang tersisa dari rumah pedagang buah, Kaharuddin. Dia menatap puing-puing itu di kota kelahirannya Balaroa dan mengatakan di bawah tumpukan itu ada putrinya yang berumur satu tahun dan hilang setelah bencana 28 September."Saya hanya menunggu di sini dan berharap bisa menemukan anakku," kata lelaki berusia 40 itu. "Atau mungkin aku harus menerima kenyataan bahwa ia tetap dimakamkan di sini."Empat hari setelah gempa, petugas evakuasi menemukan jenazah istrinya, Hastuti, yang tangannya masih memeluk jasad dua anak perempuan mereka yang lain, yang berusia empat dan dua tahun, begitu tuturnya dalam orang diduga masih terkubur di bawah lumpur, demikian perkiraan petugas penanggulangan bencana. Pencarian korban resmi dihentikan pada hari Jumat lalu, dua minggu setelah gempa, meskipun ada permintaan warga agar pencarian tetap bumi di Palu mengubah tanah menjadi lumpur dan menyeret ribuan rumah dan orang-orang di dalamnya ke bawah lumpur dan aspal. Gempa dan tsunami menghancurkan ribuan rumah, mobil dan bangunan lain, menyeret benda-benda itu ratusan meter dari posisi aslinya dalam waktu hanya beberapa bumi menelan manusia"Rasanya seperti bumi itu hidup," kata Darmi, yang melihat separuh dua lantai rumahnya runtuh. "Terbuka, menelan dan kemudian menutup lagi. Dan kebisingannya begitu keras. Suara 'k-k-k' yang keras dan retak."Kembali ke Balaroa untuk pertama kalinya dua minggu setelah bencana, Hesti Andayani, terkejut menemukan rumahnya meluncur jauh dari lokasi aslinya. "Butuh begitu lama untuk menemukannya," katanya, sambil menangis. "Tak tahu lagi di mana kami bisa tinggal sekarang."Hesti, yang kehilangan adik perempuannya akibat gempa, duduk di atas tumpukan ubin yang pernah menutupi bagian lantai kedua kamar tidur, dikelilingi oleh perhiasan dan kosmetik berdebu. "Ini semua yang tersisa. Riasanku, kalung, pin untuk jilbab saya,"katanya sambil relawan tiba dengan lusinan ekskavator untuk membantu menggali jenazah yang tertimbun. Sementara sejumlah warga mengais barang berharga dari puing-puing rumah mereka yang kematian orang yang dikasihiPejabat pemerintah kabupaten Palu, Yassir Garibaldi, mendorong dan menarik sebuah mobil putih yang terjebak di bawah serambi bangunan yang runtuh. "Saya membeli mobil ini untuk orang tua saya," katanya. "Mereka sudah meninggal sekarang. Itu satu-satunya milik mereka."Dia dipaksa menyaksikan tanpa daya saat orang tua dan keponakannya meninggal setelah gempa mengguncang. "Saya menemukannya pagi hari setelah gempa," kata Yassir."Saya berhasil berbicara dengan mereka, bahkan memberi mereka air minum. Setelah beberapa saat, mereka berhenti bernafas." Banyak orang kehilangan orang yang Petobo, Ameriyah kehilangan tiga anaknya, seorang cucu dan seorang menantu laki-laki. Dia sudah pasrah. "Kami telah mengadakan doa pemakaman bagi mereka, jadi kami berharap jiwa mereka akan damai, " orang lainnya tetap tidak bisa dihibur. "Saya tidak tahu harus berbuat apa selanjutnya. Tidak ada yang tersisa untukku di sini," kata Kaharuddin, pedagang buah yang masih mencari jasad putrinya di bawah puing-puing beton merah muda dari bekas rumah ita/ita
Pace satu de Meningal karena de pu kaki kena Paku trus infeksi makanya de is dead....!!Pas mo pemakaman, kasihan de pu Istri menangis sedih skali baru bilang...Sayang...Aduh..Sa Sayang ko skali ehhh...Masa karena kena Paku saja ko Meningal....Sa saja yang tiap hari ko Paku trapapa baru...trus ko su trada begini nanti klo malam siapa yang Mo Paku-Paku saya lagi..!! Kalo ko suka mob diatas, ko juga pasti suka baca mob di bawa ini,
kisah paku dan palu